Sunday, March 4, 2018

Resign! - Almira Bastari


Judul : Resign!
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 288hal; 29 Januari 2018
Sinopsis : Resign!
Review :
Di setiap pekerjaan yang kita jalani, pastilah kita selalu ingin berusaha untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Karena sering kali kita dinilai berdasarkan apa yang kita lakukan sehari - hari. Orang - orang akan dengan mudahnya menilai kita buruk, tapi belum tentu akan langsung menilai baik potensi kita. Sering kali kita dipandang sebelah mata oleh bos kita, dianggap tidak mampu atau belum layak untuk dipromosikan, atau dipercaya untuk menangani suatu kasus. Oleh karena itu, tak jarang banyak pegawai yang berlomba - lomba untuk terlihat baik dan menonjol di depan bosnya. Tapi hal itu justru berbanding terbalik dengan Alranita dan teman - teman kantornya yang justru sibuk bertaruh siapa yang akan berhasil resign duluan. 

Dan pertanyaannya adalah. . . . . . . Separah itukah bos mereka???
Well, jika bosmu tipe yang nyebelin, ngeselin, hobi murka dan sering membuat suasana kantor seperti neraka, masih mau nggak kamu lanjut bekerja ditempat itu meskipun diberi gaji tinggi? 
Sama halnya seperti Alranita dan para cungret aka kacung kampret, aku juga bakal berlomba - lomba untuk resign duluan. Maklum, takut tua sebelum waktunya -.-

"Tigran itu seperti toko bawang merah: bagus di luar, iblis di dalam. Dan kami para cungretnya adalah kumpulan bawang putih yang minta diselamatkan oleh perusahaan - perusahaan lain yang penuh kasih."

Bos para cungpret namanya Tigran. Dipanggil dengan sebutan Pak, tapi Tigran jauh dari kesan bapak - bapak. Perutnya tidak buncit, wajahnya tampan dan tubuhnya tinggi tegap. Deskripsi itu seharusnya membuat para cungret jatuh cinta dan bersyukur punya bos seperti Tigran. Tapi walau paras rupawan, ternyata Tigran lebih nyinyir dari ibu - ibu yang jualan di pasar. Ngasih kerjaan maunya cepat selesai, kerjaan belum selesai sudah ngasih kerjaan baru, #kankampret. Pengen dicekik nggak sih bos kaya gitu? Yang punya bos dengan sifat seperti Tigran mana suaranyaaa? :D 
"Seburuk - buruknya bos, suatu saat ada baiknya juga, walaupun cuma setitik." - Cungpret yang sudah kenyang berkarir
Benerrrrr banget!! mwahahaha. bos itu kadang bisa evil banget dan terkadang bisa berubah seratus persen dan berperilaku bak malaikat, walau cuma sesaat. Dan karena cuma sesaat, haruslah dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya. - Cungpret yang nggak mau rugi. 

Aku sih suka banget dengan karakter Alranita. Dalam pekerjaan dia cerdas, bisa bekerja dibawah tekanan dan berpendirian. Selain itu, dia juga tipe yang blak - blakan dalam hal mengutarakan perasaannya kepada bosnya. Ya bok kalau sama bos agak direm mulutnya, kalem gituuu, tapi Alranita beda. Mungkin karena pengaruh bosnya juga masih muda dan tidak mengkategorikan dirinya sebagai bos dan para cungpret itu bawahannya, jadi bisa terjalin komunikasi dengan mudah dan tidak ada jarak diantara mereka. It's a good thing, isn't it? Lain halnya jika punya bos yang gila status, yang punya motto :
pasal 1. bos selalu benar
pasal 2. jika bos salah, lihatlah pasal 1.
Ya otomatis mau ampe dunia kiamat juga pun bawahan dan bosnya nggak akan bisa kompak. #bukancurcol

Begitu baca judul buku ini aku sudah ngebet pengen beli. #seringkejebakjudul&sinopsis mwahahaha. Bukan, bukan, nggak seniat itu kok pengen resign sampai bela - belain mau beli buku ini. Cuma penasaran saja dari judul, sinopsis, dan review dari teman - teman yang sudah baca, sepertinya buku ini mampu menghibur perasaan gundah gulananya anak kantoran seperti saya ini. (bahasamu, Mei #alay ._.) Awalnya aku kira Resign! bakal mirip dengan My Stupid Boss. But no, i was wrong. Buku ini bukan hanya menceritakan tentang gilanya cara kerja si bos ke anak buahnya, tapi juga bagaimana Tigran diam - diam mendekati Alranita dengan caranya tersendiri. 

Satu quote yang sedikit menggelitik perasaanku. "Saya nggak pernah nyuruh lembur. Kalau sampai kamu lembur, justru saya yang harusnya bertanya, dari pagi ngapain aja?" - Bos yang tidak ingin dibantah. Jika jadi bos mungkin akan berpikiran seperti itu, tapi jika kita adalah bawahan yang selalu sibuk bekerja dan masih diberi pertanyaan seperti itu, rasanya pengen nonjok orang nggak sih?? Coba kalau si bos yang begitu, balik ke pasal 1 ya gaessss. . .

Rating : 4/5
PS : Bos yang nyinyir berlebihan dan ingin ditonjok itu hanyalah bos para cungret, yaitu Tigran. Dan itu bukanlah bosku ataupun bosmu. Peace #salamdamai :) :)

Ini posbar pertama di tahun 2018 dengan teman - teman BBI Medan, check them out : 
1. Putri -
2. Cut Lilis -
3. Ertalin -
4. Nova Putri -

Monday, September 18, 2017

Love O2O - Gu Man

Judul : Love O2O
Penulis : Gu Man
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal dan Tahun Terbit : 434 hal, 15 April 2017
Sinopsis : Love O2O
Review :
Jadi ceritanya tentang Bei Wei Wei (Lu Wei Wei Wei) yang diceraikan oleh suaminya dalam sebuah game online dunia persilatan. Mantan suaminya meninggalkannya dengan wanita yang cukup terkenal di game online tersebut. Tak lama, Wei Wei pun berkenalan dengan laki - laki lain yang dikenalnya dengan nama Yi Xiao Nai He, si pemain nomor satu di game online tersebut. Tak butuh waktu lama, setelah permintaan pertemanan dikonfirmasi oleh Wei Wei, Xiao Nai langsung mengajaknya menikah. 

Xiao Nai sendiri sebenarnya adalah seorang cowok populer di kampusnya. Ia juga berasal dari jurusan yang sama dengan Wei Wei yaitu jurusan komputer. Xiao Nai diidam-idamkan para perempuan dan menjadi role model bagi teman - teman sekampusnya. Tak banyak yang pernah melihatnya tapi ia sungguh populer. Bukan hanya sekedar tampan, ia juga pintar dan kaya, ditambah lagi dengan kedua orangtuanya yang adalah profesor di kampusnya. 

Soal Xiao Nai, nggak perlu ditanya lagi, dia paling bisa buat hati para wanita meleleh. Sangat gentleman, mengutamakan wanita disampingnya, mementingkan status hubungannya dengan Wei Wei. Mungkin terdengar simpel, tapi bagi para wanita, justru hal besar berawal dari hal kecil. Bagiku pribadi yang tipe observer, Xiao Nai itu udah bagai dewa, terlalu sempurna, too good to be true. Tapi ada satu kekurangannya, bagi yang sudah baca buku dan menonton dramanya pasti tahu (menghindari spoiler)

Well, apakah buku ini sebagus dramanya? Tentu saja tidak. No offense, dramanya berisikan 30 episode dan dirangkum menjadi satu buku dengan tebal 434 halaman, tentu banyak bagian - bagian yang dihilangkan atau mungkin tidak disebut. Padahal banyak sekali adengan yang buat aku senyum - senyum sendiri, gigit tali bantal guling karena gregetan, dll.  Jika tidak menonton dramanya terlebih dahulu, mungkin kita akan kebingungan dengan banyaknya nama dan karakter yang disebutkan dalam buku ini. Bukan berarti penulisan buku ini buruk, aku cukup terhibur dengan membaca buku ini. Hitung - hitung flashback dengan Yang Yang (nama asli pemain drama Yi Xiao Nai He) dan Wei Wei (nggak tahu nama aslinya). Wei Wei juga sangat cantik tapi sayangnya juga sangat kurus seolah - olah jika ada badai Wei Wei akan ikut terbang bersama daun - daun yang berguguran. Aku paling suka karakter Wei Wei yang jago main game, pintar di akademi, dan gayanya yang agak cuek tapi tetap perhatian dengan sekitarnya. Tidak jauh berbeda dengan Yang Yang, Wei Wei (yang nama aslinya masih belum kuketahui), termasuk karakter yang agak too good to be true juga. 

Intinya sih nonton drama dan baca buku ini adalah enjoy. Jangan terlalu dipikirkan. Dinikmati saja, karena secara keseluruhan, Love O2O adalah salah satu drama terbaik yang kutonton sepanjang satu dekade ini #tidakbermaksudlebay , tidak kupungkiri juga ini karena karakter pemainnya sendiri adalah Yang Yang dan Wei Wei (siapa sih nama aslinya?) Jika diganti dengan yang lain, seperti halnya Love O2O the movie, jujur saja, aku tidak tertarik untuk menontonnya.

Niat untuk membaca buku ini sudah ada sejak bulan - bulan lalu dan mungkin akan terus tertunda jika tidak adanya janji posbar dengan anak - anak BBI Medan. Awalnya kuingat komitmen kami untuk posbar itu di tanggal 1 September, tapi apa daya kesibukan diluar membaca itu sangatlah banyak dan keinginanku untuk segera membaca buku ini pun menguap ketika aku mulai membaca beberapa halaman di awal. Mungkin Erta mengalami hal yang sama denganku. But well, finally kelar juga baca skimming buku ini :D Baca juga review - review kece dari BBI Medan dibawah ini :
1. Putri - Perpetual Romanza
2. Cut Lilis - Purple Bookish
3. Ertalin - Fiction and Me
4. Nova Putri - Absurd Reader



Friday, June 23, 2017

Side by Side - Sofi Meloni

Judul : Side by Side
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit : 272hal. Mei 2017
Sinopsis : Side by Side
Review :
Rama dan Gita memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Sama - sama duduk di bangku kuliah, namun Rama tidak pernah berpikir muluk - muluk tentang masa depannya. Yang ia tahu dan yakini adalah masa kuliah adalah waktu dimana ia dapat bermain bebas sesuka hatinya. Sedangkan bagi Gita, masa kuliah adalah kesempatan baginya untuk menata masa depannya kelak. Hidup dibawah bayang - bayang kakaknya Luna, membuat Gita ingin menepis pendapat orangtuanya yang tidak yakin atas kemampuannya. 

Pertemuan Rama dan Gita pun terbilang cukup unik. Disaat Gita kesulitan meminjam buku di perpustakaan, Rama datang menawarkan bantuan. Tentu saja bantuan tersebut tidak datang secara cuma - cuma. Untuk dapat meminjam buku yang Gita inginkan, ia harus membayar mahal, karena syarat dari Rama adalah mereka harus berpacaran terlebih dahulu. 
"Tapi apa sebenarnya yang harus kamu lakukan untuk memenangkan taruhannya?" 
"Gampang. Kita hanya harus berpacaran."
 Rama lebih suka bersantai - santai di cafe dan mengisap rokok dibanding harus menghabiskan waktunya dikampus. Tapi semenjak mengenal Gita, Rama tidak menyangka bahwa ia mampu melakukan hal - hal yang tidak pernah dipikirkannya sebelumnya. Satu hal yang saya suka dari Rama adalah dia benar - benar menganggap Gita penting dalam hidupnya. Bukan hanya orangnya saja tapi penting baginya agar orang lain tahu bahwa nama pacarnya adalah Gita, bukan 'perempuan itu', 'wanita itu', dsb.

"Jika ini penting untukmu, maka hal itu juga berarti penting untukku."

Side by Side yang ditulis Sofi Meloni ini menggambarkan bahwa perbedaan itu tidak selamanya bencana bagi suatu hubungan. Perbedaan yang cukup mencolok antara Gita dan Rama membuat mereka belajar mengenal hal baru diluar zona nyaman mereka. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa masalah yang hadir dalam hidup kita itu bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi. 
"Jika ada masalah, seharusnya kita selesaikan. Bukankah itu yang pernah kamu ajarkan kepadaku?"
Buku ini ditulis diawal Januari 2017 dan selesai pada bulan berikutnya. Saya yakin hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi penulis untuk bisa begitu cepat merampungkan sebuah karya.tulis. Side by Side adalah novel kedua dari empat novel yang sudah ditulis oleh Sofi Meloni. Sejauh ini, saya cukup menyukai tulisannya, terutama pada buku Stay with Me Tonight. Novel ini sendiri cukup bagus dan matang dari segi penulisan dan karakter - karakter yang diciptakannya pun begitu hidup dan nyata. Overall, you should give it a try :) 

"Aku punya tujuan hidup!"
"Apa? Coba sebutkan apa tujuan hidup kamu?"
"Kamu! Aku mau hidup denganmu."

Rating : 3/5


Saturday, June 17, 2017

Third Party - Luna Torashyngu


Judul : Third Party
Series : First Girl #3
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 256hal, 2016
Sinopsis : Third Party
Review :
Setelah kejadian penculikan Tiara di buku pertama dan penyanderaan seluruh murid di SMAN132 tempat Tiara bersekolah di buku kedua, di buku ketiga ini semuanya menjadi tiga kali lipat lebih menegangkan dan mengkhawatirkan. Jelas ada yang ingin memaksa Presiden untuk mundur dari jabatannya dan oknum - oknum tersebut tidak akan berhenti hingga aksi pemberontakan mereka didengarkan. Tiara pun segera diberangkatkan kembali ke Jakarta demi keamanannya. 

Setibanya di Jakarta, Paspampres mengambil ahli peran Jatayu dalam menjaga Tiara. Jatayu jelas tidak setuju tapi tidak berdaya karena Jatayu berada dibawah kendali Paspampres. Andra yang sejauh ini telah menyelamatkan Tiara sebanyak dua kali pun tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai penjaga Tiara. Semua agen Jatayu dipulangkan ke posnya masing - masing tanpa terkecuali. 


Namun setelah mereka kembali ke markas tempat mereka selama ini tumbuh dewasa dan berlatih menjadi seorang agen, Jatayu masih harus diusik dengan adanya pemeriksaan mendadak yang dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Jatayu seolah - olah menjadi sasaran empuk bagi mereka yang memiliki maksud terselubung. 

Di buku ketiga ini ceritanya semakin seru dan menegangkan. Angkat topi buat ide penulis yang luar biasa gokil dan keren. Dari awal kita sudah dibuat super penasaran dengan hebohnya paket yang telah terbuka, Banyak pembunuhan yang tak terduga terjadi, pengkhianatan muncul dari pihak yang tak disangka - sangka dan tidak ada pihak yang bisa dipercayai sepenuhnya. Oknum - oknum yang mengaku aparat yang berwenang memporak-porandakan keamanan dan kedamaian NKRI. Tidur Presiden tidak pernah nyenyak mengingat banyak sekali ancaman dari dalam maupun luar Istana Kepresidenan. Siapa yang bisa dipercaya jika mereka yang seharusnya melindungi malah berbalik menyerang?

"Kita tidak hidup di dunia yang sempurna. Orang yang dulu kita anggap malaikat penolong, suatu saat bisa saja berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Demikian juga sebaliknya."
PS : Awalnya saya kira buku ini adalah buku terakhir dari seri First Girl, tapi ternyata saya salah dan harus menunggu lebih lama lagi, karena akan ada seri ke-4nya yang berjudul Fourth Element.
Baca juga buku First Girl dan Second Heart ya :) 

Rating : 5/5


Second Heart - Luna Torashyngu


Judul : Second Heart
Series : First Girl #2
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 14 Januari 2016
Sinopsis : Second Heart
Review :
Setelah penculikan yang dialami Tiara beberapa saat yang lalu, Tiara mencoba melupakan kejadian tersebut dengan kembali bersekolah dan menjalani aktivitasnya seperti biasa dibawah pengawalan Andra, agen Jatayu yang dipercaya untuk menjaga keamanannya. Andra sudah dianggap keluarga sendiri oleh Tiara dan kakek neneknya. Hubungan Tiara dan Andra pun bukan hanya sekedar pekerjaan semata tetapi Andra sudah seperti saudara dan sahabat bagi Tiara.  

Walau Tiara sekarang aman dalam perlindungan Andra dan Jatayu, akan tetapi penculik Tiara masih berkeliaran di luar sana dan merencanakan hal yang lebih besar daripada sekedar penculikan. Kesetiaan kepada negara pun diuji dan banyak diantaranya yang berkhianat. Tidak lama setelah kasus penculikan Tiara, terdengar kabar munculnya organisasi separatis yang menamakan diri mereka, NIS (Neo Indonesian State) yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan bermaksud menjadi pemerintah yang baru dengan UU yang mereka rancang sendiri. 

Bukan hanya pemerintah dan Presiden yang terancam akan dilengserkan secara paksa dari jabatannya, tetapi juga Indonesia pasti akan terpecah belah kesatuannya. Tindakan mereka tidak main - main. Dibuktikan dengan dilakukannya penyerangan dan penyanderaan terhadap para murid dan guru di SMAN 132, tempat Tiara bersekolah. Tentu saja bukan hanya sekedar kebetulan mereka menjadikan sekolah itu sebagai tempat penyanderaan. Tujuan mereka hanya satu. 

"Bangsa kita ini memang belum bisa menerima kebenaran yang sangat pahit. Bangsa ini masih butuh Nina Bobo, lagu pengantar tidur yang lembut dan manis, agar bisa tetap tertidur dengan lelap dan terus bermimpi indah, tanpa pernah berniat untuk bangun dan menghadapi kenyataan yang ada. Butuh waktu lama bagi bangsa ini untuk bisa bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain, terutama soal moral dan mentalitas manusianya."
Saya rasa pernyataan diatas sangat mirip dengan kondisi yang dihadapi negara kita saat ini. Terlalu nyaman dengan kata - kata dan tidak terbiasa dengan aksi dan tindakan. Terlalu lama berada di zona nyaman membuat perubahan menjadi hal yang tidak lazim bagi mereka. Tapi perubahanlah yang diperlukan oleh negara ini. 

Dua kata buat buku ini : seru bangetttt!!! Saya suka sekali dengan ceritanya yang begitu penuh dengan teka teki, Rasanya seperti sedang berada di TKP dan it feels so real. Mulai dari penyergapan yang tiba - tiba dilakukan, penculikan, penembakan dan perlawanan di sana sini. Two thumbs up buat penulis. Walau covernya sooo teenlit yang awalnya buat saya skeptis untuk mulai baca buku ini, but back again, don't judge a book by its cover. Trust me, it is worth every second of your time to read this book! Tapiii, baca dulu buku pertamanya yang nggak kalah seru dengan yang ini. Reviewnya bisa di baca disini ya First Girl

4/5